Senin, 26 September 2011

tentang..

Diposting oleh khdjhmrdhyh di Senin, September 26, 2011
Mau sharing kawan, sebenarnya ini kisah lama. Saya juga secara tiba-tiba saja ingin menulisnya, entah kenapa..

ini tentang adik kelas saya.. sahabat dekat adik saya lebih tepatnya.. namanya ilham, entah ilham siapa, adik saya memanggilnya Iam..

Banyak hal yang sudah diceritakan adik saya tentangnya, ya, saya hanya mengenalnya dari cerita-cerita adik saya. Iam yang begini, iam yang begitu. Saya tau, adik saya punya rasa lebih terhadapnya, walaupun ia tak bicara secara gamblang..

Hingga pada suatu hari, saya mendapat sms forward dari teman2 yang memberitakan bahwa ilham angkatan 15 mennggal dunia. Pada saat itu saya hanya mengucapkan innalillahi sambil berfikir, ‘ilham yang mana tuh?’ maklumlah, karena ga seangkatan jadi saya kurang ngeh.

Lalu beberapa hari setelahnya, saat saya chatting dengan adik saya (kebetulan adik saya di pesantren, jadi komunikasi hanya terjadi saat saya dan adik saya online pada waktu yg sama), “eh di HK ada yang meninggal? Siapa?” Tanya saya ke adik saya.

“iyaa L itu Iam kaak..” jawabnya

“hah? Iam siapa?”

“ilham, yang suka aku certain..” saya melongo. Hah? ‘jgeerr jgeeer’ brasa ada backsound geledek gitu di kepala saya. Entah kenapa saya kaget. Padahal tau aja engga orangnya yang mana..

Cuma, selaku kakak yang baik, saya memahami perasaan adik saya itu..

Setelah sempat diam gatau mau bales apa, akhirnya saya ketik “innalillahi, jadi itu Iam Iam yang suka lo certain? Sedih bgt.. lo nangis ga?” *bletaaak* hohoho, stupid question diyah!

Coba tebak, adik saya jawabnya gimana?

“nangislah! Ada-ada aja lo! Ampe skarang nih kalo inget masi suka nangis gue, huhuhuhu..”

Nah loh! Saya jadi bingung mau jawab apa lagi..

“sabar yaa, sakit apa syah?“

Dan chatting itu terus berlanjut. Kalo saya certain semua, capek deh sayanya..

Jadi intinya, temen2 almarhum pun ga ada yang tau beliau sakit apa, tiba-tiba dan mendadak. Saat main futsal ia roboh dan tak lama kemudian ia pun pergi menuju tempat abadinya.. Yang lebih menyedihkannya lagi, adik saya bilang gini..

(yang dibawah ini adik saya cerita saat dia balik kerumah)

“lo bayangin kak, sebelum iam main futsal, dia nelfon gue ke PIP, nanyain mau rapat kapan.. gue bilang, gue ada rapat sama temen2 di akhwatnya, terus dia bilang, oh yaudah gue main futsal ya.. taunya pas gue selesai rapat udah denger dia ga ada..” matanya basah. Saya terdiam. Saya tau dan saya mengerti perasaannya..
“hmm, yaudah gausah ditangisin lagi syah.. nanti ga tenang iamnya di’sana’..” menggantung. Saya bingung mau komentar apa. Dan adik saya memulai lagi cerita selanjutnya..

Dari yang saya dengar saat adik saya bercerita, iam adalah sosok leader yang disukai kawan2nya. Ia bersahabat dengan banyak orang. Termasuk orang yang aktif berorganisasi. Termasuk orang yang shalih insyaAllah.. semua kehilangan sosoknya.. orang yang baik memang paling dirindukan Allah bukan? Dan Allah pun memanggilnya karena menyayanginya..

Lalu semenjak itu, setiap adik saya kembali dari pondok, sudah menjadi cerita lazim ia menceritakan tentang sosok iam ini, sosok yang kata adik saya masih membayanginya dan belum bias dilupakannya. Adik saya, yang slama ini saya kenal tak terlalu bisa ‘terbuka’ terhadap lawan jenis, yang saya kenal cukup ‘jutek’ memiliki rasa yang begitu dalam terhadap almarhum.. bagaimana hati saya tidak meringis?
Saya temukan salah satu cerita adik saya tentang almarhum di tumblr nya à http://aishaayyash.tumblr.com/post/9544389195/memorising-you-friend

Membuat saya merenung. Jika saya pergi nanti, akankah saya memiliki kesan yang baik di dalam hati orang-orang yang mengenal saya?

Kata adik saya, tadinya iam dkk ingin membuat sebuah kelompok nasyid, namun karena Allah memanggilnya lebih cepat, teman2nya yang melanjutkan.. nama kelompoknya ‘zhealist’ , dan ada satu lagu yang membuat mata saya basah. Menangis. Judulnya ‘tersenyumlah’. Dan lagu ini yang entah kenapa, pada akhirnya menggerakkan saya untuk menulis kisah ini..

Lirinya seperti dibawah ini kawan, simak ya J

‘Setiap perpisahan berawal pada pertemuan, setiap kenangan indah adalah sebuah cerita..Aku hanya ingin mengenang yang telah berlalu, semua itu indah seperti kisah suka kita..Aku takkan bisa melupakan semua, garis kehidupan memisahkan takdir kita..Teruslah melangkah menuju masa depan, selamat tinggal kini semua telah berlalu..Tersenyumlah, hari esok menantimu dan bangkitlah sambut harimu dengan indah..Satu kata, persahabatan kita akan slalu ada memaknai arti cinta..Rangkaian peristiwa yg telah kita rasakan, memudahkan semua perbedaan diantara kitaKini ku tahu bahwa kita bisa bersama, demi menggapai sebuah rasa, sebuah crita, satu makna indah..Biarkan semua yg telah terjadi, jadikan kenangan indah kita bersama..Tibalah kita waktunya untuk melangkah, Mewujudkan asa kita bersama..Tuhan, rengkuh kami dlm kasih sayangMu..Jadikan persahabatan ini tanda keridhoanMu, bantulah kami dalam meraih mimpi kita bersama..’

8 komentar:

ahazrina mengatakan...

sedih gue bacanya,jadi pengen nangis :(

emang, orang baik itu cepet dipanggil sama Dia.

khdjhmrdhyh mengatakan...

haahh gue juga nangis kok nulisnya hahaha..

padahal kenal mah engga, nyeseknya iya :D

ahazrina mengatakan...

iya itu dia. kenal juga enggak padahal

tapi orang bae mah kita tau aja kabar beritanya. kalo kita tar gimana ya, kabar beritanya? hehehe

khdjhmrdhyh mengatakan...

haaaaa.. jadi serem -,-

smoga kita berakhir kaya nama pondok kita ziy 'husnul khotimah' aamiiiiinn..

ahazrina mengatakan...

hehehe iya amiiin :D

Anonim mengatakan...

sedih, diyah

Runa Aviena mengatakan...

kalo bukan lagi di mushola kampus kayanya gue nangis juga dah...
*ini juga nyaris..
:')

khdjhmrdhyh mengatakan...

waaah aku jadi terharu hahaha. iya tah bisa sesedih itu kaliannya? ckckckck..

Posting Komentar

 

Kamar Cewek Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review