Nama: Khadijah Mardhiyah
NPM: 13510875
Kelas: 2PA01
MaKul: Kesehatan Mental
Tugas: kedua
Demam KPop aka korean pop beberapa waktu belakangan ini pada remaja di Indonesia memang tak bisa dipungkiri, namun bukan hal ini yang ingin saya bahas. hampir setiap orang tahu, bahwa di korea sana banyak sekali terjadi kasus bunuh diri, terutama di kalangan selebritasnya. kenapa hal itu bisa terjadi?
Bunuh diri atau suicide ialah perbuatan untuk menamatkan hayat atau perbuatan memusnahkan diri karena enggan berhadapan dengan sesuatu perkara yang dianggap tidak dapat ditangani. Kejadian membunuh diri ini lazimnya berlaku kepada mereka yang menghadapi tekanan sama ada dari segi mental atau fisikal. Mereka ini akan bertindak di luar pemikiran akal yang waras.
Dalam mendefinisikan kesehatan mental, sangat dipengaruhi oleh kultur dimana seseorang tersebut tinggal. Apa yang boleh dilakukan dalam suatu budaya tertentu, bisa saja menjadi hal yang aneh dan tidak normal dalam budaya lain, dan demikian pula sebaliknya (Sias, 2006). Menurut Pieper dan Uden (2006),
kesehatan mental adalah suatu keadaan dimana seseorang tidak mengalami perasaan bersalah terhadap dirinya sendiri, memiliki estimasi yang relistis terhadap dirinya sendiri dan dapat menerima kekurangan atau kelemahannya, kemampuan menghadapi masalah-masalah dalam hidupnya, memiliki kepuasan dalam kehidupan sosialnya, serta memiliki kebahagiaan dalam hidupnya.
lalu, bermasalahkah mental orang-orang yang melakukan tindak bunuh diri itu? berikut adalah pengertian sehat menurut teori kesehatan mental UU No.3/1961, yaitu suatu kondisi yang memungkinkan perkembangan fisik, intelektual, emosional yang optimal dari seseorang dan perkembangan itu berjalan selaras dengan keadaan orang lain. dari pengertian diatas, sudah jelas bahwa orang yang melakukan tindakan bunuh diri itu mengalami kesehatan mental yang tidak baik.
Penyebab Bunuh diri
1. Faktor genetik dan teori biologi
Faktor genetik mempengaruhi terjadinya resiko bunuh diri pada keturunannya. Disamping itu adanya penurunan serotonin dapat menyebabkan depresi yang berkontribusi terjadinya resiko bunuh diri.
2. Teori sosiologi
Emile Durkheim membagi suicide dalam 3 kategori yaitu : Egoistik (orang yang tidak terintegrasi pada kelompok social) , atruistik (Melakukan suicide untuk kebaikan masyarakat) dan anomic ( suicide karena kesulitan dalam berhubungan dengan orang lain dan beradaptasi dengan stressor).
3. Teori psikologi
Sigmund Freud dan Karl Menninger meyakini bahwa bunuh diri merupakan hasil dari marah yang diarahkan pada diri sendiri.
4. Penyebab lain
- Mengalami depresi, cemas, kecewa dan perasaan putus asa.
- Adanya harapan untuk reuni dan fantasy.
- Merupakan jalan untuk mengakhiri keputusasaan dan ketidakberdayaan
- Tangisan untuk minta bantuan
- Sebuah tindakan untuk menyelamatkan muka dan mencari kehidupan yang lebih baik
dalam kasusnya, para selebriti disana mengalami depresi. antara lain karena tuntutan pekerjaan didunia artis yang begitu tinggi. banyak artis yang merasa diperlakukan seperti budak dan melakukan kerja rodi. Depresi yang berkepanjangan inilah yang mempengaruhi seluruh proses mental seseorang, meliputi cara berpikir, berperasaan dan berperilaku.dan pada teorinya, 50% orang yang mengalami depresi akan berpikir untuk bunuh diri dan 15% diantaranya akan benar-benar melakukannya.
sumber:
0 komentar:
Posting Komentar