Mimpi..
Hahaha bicara tentang hal satu ini, kadang, membuat saya ingin tertawa. Berapa banyak mimpi yang saya buat dari dulu hingga saat ini? Banyak, banyaaaakk sekali. Kebetulan, jika mimpi itu bisa ditulis pada sebuah CV, tentu saya akan menjadikannya salah satu hobi saya.
Bicara duluuuu sekali, saya punya sebuah mimpi. Saya sering menuliskannya pula pada blog ini, bahwa saya bermimpi untuk menjadi seorang mahasiswa UI, dengan jurusan yang berganti-ganti. Tapi tetap saja judulnya KULIAH DI UI!
Saya merasa UI itu, begitu memiliki pesona. Entah apa. Mungkin Jas Kuning adalah salah satu alasan ‘entah apa’nya itu. fyi, dari dulu saya sangat bermimpi dapat mengenakan almamater itu loh hehe. Ditambah lagi, saya begitu suka baca novel karyanya Ifa Avianty -dan kebetulan beliau itu lulusan Teknik Metalurgi UI-. Dalam novelnya, beliau selalu menggunakan UI sebagai latar cerita, dan tanpa sadar membaca itu menjadikan sebuah target sekaligus mimpi dalam hidup saya. Dulu.
Dari kecil, saya begitu menyukai hal-hal yang heroik dan sedikit berbau politik. Saya suka menyimak sebuah perdebatan, bahkan dari saya kecil, abi sering mengajak saya berdiskusi tentang kondisi perpolitikan di negeri ini. Kembali ke topik UI, menurut saya UI adalah tempat yang tepat bagi saya mengembangkan ketertarikan saya itu. Lihat saja bagaimana mahasiswa UI begitu sering menjadi garda depan pada sebuah demonstrasi, dan bukan demonstasi ‘ecek-ecek’. Itu baru mahasiswa, pikir saya dulu. Saya selalu terkagum-kagum melihat, membaca, dan mendengar aksi mereka. Bahkan hanya untuk cerita pada sebuah novel. Itu heroik dimata saya.
Dan percaya atau tidak, saya pernah menulis seperti ini pada sebuah buku harian saya saat 3 MTs,
“ habis baca novelnya ifa avianty nih, judulnya Janji Matahari. Dan ceritanya so sweet banget, bla bla bla.. terus, aku jadi makin pengen cepet-cepet kuliah! Kayaknya kuliah itu enak deh, bisa demo hehehe abis di novel ini ada cerita tentang saat-saat dimana vey jadi korlap (koordinator lapangan) bagian perempuan gitu di sebuah demo kenaikan harga BBM. Keren euy..pokoknya kalo aku kuliah nanti, aku mau kayak gitu juga!..”
sebenarnya saya juga sudah lupa pernah menulis seperti itu, tulisan itu pun saya temukan tanpa sengaja ketika iseng ber-nostalgila tentang masa lalu. Dan kemudian terdamparlah saya pada curhatan ga mutu ini hehehe.
Lalu, bagaimana dengan Khadijah Mardhiyah saat ini? terwujudkah mimpinya untuk menjadi seorang aktivis sekaliber imajinasinya dulu? The answer is.. NOL BESAR!
Hahahahaha! rasanya saya ingin tertawa sekencang-kencangnya untuk menertawakan betapa naifnya mimpi saya dulu, boro-boro jadi aktivis kampus papan atas, organisasi aja enggak! Payah kamu, Diy!
Iya, payah. Payah sekali saya ini. hilang kemana retorika yang selama ini saya dapatkan? Mungkin dia –Si Retorika- lelah, lelah menunggu saya untuk move on atas kekecewaan saya. Paradigma ‘kesempurnaan’ di otak saya ternyata malah membuat saya kini berakhir menjadi ‘Mahasiswa Biasa’ yang kegiatan hariannya hanya Kuliah, Main, Pulang. Ga ada rapat, ga ada acara, ga ada aksi!
Sedih? Iyalah! Pasti! Mana ada sih orang yang ga sedih kalau gagal mewujudkan mimpinya? Kalo ada, mau dong saya dibagi tips nya hehehe. Terus kenapa selama ini kamu terlihat baik-baik saja Diy? Cenderung masa bodo malah. Jawabannya?
“Gue? Hahaha keliatannya gitu ya? Tapi gak tau kan lo kalo gue sering gigit bibir kalo ke perpus UI? Tiap kesana berasa UI tuh ngetawain gue, sebego apa gue sampe ga bisa masuk sana? Gak tau kan lo, betapa sebenernya gue iri, bahkan gue bete ketika denger cerita, dari siapapun itu, tentang betapa sibuknya dia dengan organisasinya? Gak tau kan lo?!”
Tapi saya malas mendengarkan komentar orang kalau saya terlihat ‘tidak baik-baik saja’ dengan ke-non-aktif-an saya, apalagi ditambah acara ‘sok menasehati’, makanya saya berusaha enjoy aja! Saya menikmati hidup saya! Mau apa lo?
Dan ternyata saya sudah gak sanggup lagi untuk berakting ‘baik-baik saja’, jadi, mari tertawa untuk ‘kelemahan’ saya! hahahaha!
0 komentar:
Posting Komentar