Nama: Khadijah Mardhiyah
Kelas: 3PA01
NPM: 13510875
MaKul: Psikoterapi
Ada tiga asas utama logoterapi yang menjadi inti dari terapi ini, yaitu:
1. Hidup itu memiliki makna (arti) dalam setiap situasi, bahkan dalam penderitaan dan kepedihan sekalipun. Makna adalah sesuatu yang dirasakan penting, benar, berharga dan didambakan serta memberikan nilai khusus bagi seseorang dan layak dijadikan tujuan hidup.
2. Setiap manusia memiliki kebebasan – yang hampir tidak terbatas – untuk menentukan sendiri makna hidupnya. Dari sini kita dapat memilih makna atas setiap peristiwa yang terjadi dalam diri kita, apakah itu makna positif atupun makna yang negatif. Makna positif ini lah yang dimaksud dengan hidup bermakna.
3. Setiap manusia memiliki kemampuan untuk mangambil sikap terhadap peristiwa tragis yang tidak dapat dielakkan lagi yang menimpa dirinya sendiri dan lingkungan sekitar.
Ajaran Logoterapi
Ketiga asas itu tercakup dalam ajaran logoterapi mengenai eksistensi manusia dan makna hidup sebagai berikut.
a. Dalam setiap keadaan, termasuk dalam penderitaan sekalipun, kehidupan ini selalu mempunyai makna.
b. Kehendak untuk hidup bermakna merupakan motivasi utama setiap orang.
c. Dalam batas-batas tertentu manusia memiliki kebebasan dan tanggung jawab pribadi untuk memilih, menentukan dan memenuhi makna dan tujuan hidupnya.
d. Hidup bermakna diperoleh dengan jalan merealisasikan tiga nilai kehidupan, yaitu nilai-nilai kreatif (creative values), nilai-nilai penghayatan (eksperiental values) dan nilai-nilai bersikap (attitudinal values).
Tujuan Logoterapi
Tujuan dari logoterapi adalah agar setiap pribadi:
a. memahami adanya potensi dan sumber daya rohaniah yang secara universal ada pada setiap orang terlepas dari ras, keyakinan dan agama yang dianutnya;
b. menyadari bahwa sumber-sumber dan potensi itu sering ditekan, terhambat dan diabaikan bahkan terlupakan;
c. memanfaatkan daya-daya tersebut untuk bangkit kembali dari penderitaan untuk mamp[u tegak kokoh menghadapi berbagai kendala, dan secara sadar mengembangkan diri untuk meraih kualitas hidup yang lebih bermakna.
Pandangan Logoterapi terhadap Manusia
a. Menurut Frankl manusia merupakan kesatuan utuh dimensi ragawi, kejiwaan dan spiritual. Unitas bio-psiko-spiritual.
b. Frankl menyatakan bahwa manusia memiliki dimensi spiritual yang terintegrasi dengan dimensi ragawai dan kejiwaan. Perlu dipahami bahwa sebutan “spirituality” dalam logoterapi tidak mengandung konotasi keagamaan karena dimens ini dimiliki manusia tanpa memandang ras, ideology, agama dan keyakinannya. Oleh karena itulah Frankl menggunakan istilah noetic sebagai padanan dari spirituality, supaya tidak disalahpahami sebagai konsep agama.
c. Dengan adanya dimensi noetic ini manusiamampu melakukan self-detachment, yakni dengan sadar mengambil jarak terhadap dirinya serta mampu meninjau dan menilai dirinya sendiri.
d. Manusia adalah makhluk yang terbuka terhadap dunia luar serta senantiasa berinteraksi dengan sesama manusia dalam lingkungan sosial-budaya serta mampu mengolah lingkungan fisik di sekitarnya.
Teknik dalam logoterapi:
1. Paradoxical Intentions yaitu Terapis mendorong pasien untuk berkeinginan atau berharap, bahkan jika hanya beberapa saat, tepatnya pada apa yang mereka takuti.
- digunakan pada penderita obsesif, kompulsif dan kondisi fobia (tidak untuk pasien bunuh diri atau skizofrenia).
- berguna dalam kasus yang mendasari kecemasan antisipatif, sering bekerja sangat cepat.
- dikerahkan pada kemampuan manusia untuk detasemen diri, sering dengan rasa humor.
- Hans Gerz mengklaim bahwa paradoxical intention pada 80-90% kasus
2. Dereflection yaitu Terapis mengalihkan pasien dari masalah mereka terhadap sesuatu yang lain yang lebih berarti di dunia ini.
- Khusus digunakan untuk disfungsi seksual. Defleksi ditunjukkan karena (misalnya) semakin Anda berpikir tentang potensi saat berhubungan seks, semakin kecil kemungkinan Anda untuk mencapainya,
- tidak digunakan, hanya memberitahu mereka untuk berhenti berpikir tentang sesuatu atau harus menggantinya dengan sesuatu yang positif (misalnya insomnia, jangan hanya memberitahu mereka untuk berhenti mencoba untuk tidur, namun memberitahu mereka untuk menghitung domba).
- lebih umumnya, logoterapi dapat dilihat sebagai dereflecting pada pasien dari masalah mereka dan menyajikan arah mencari makna. Pasien di-derefleksikan dari gangguan mereka untuk sesuatu selain diri mereka sendiri.
sumber:
0 komentar:
Posting Komentar