meet me, again.
setelah sekian lama saya gak posting, ada sedikit rindu ingin kembali bercuap disini dan tentunya bukan untuk 'nugas'. huwah, kikuk rasanya merangkai kata menjadi sebuah kalimat yang enak dibaca saat ini. sudah lama tak diasah sih.
'menyimak kicau, merajut makna', ada yang tau apa itu?
bagi yang mengikuti dan suka baca buku-buku nya Ust. Salim A. Fillah pasti tak asing dengan kalimat tersebut. yap, itu adalah salah satu judul buku beliau. So far, saya sudah membaca 5 buku karya nya; Agar Bidadari Cemburu Padamu, Dalam Dekapan Ukhuwah, Saksikan Bahwa Aku Seorang Muslim, Jalan Cinta Para Pejuang, dan tadi malam, yang baru saja saya baca adalah Menyimak Kicau Merajut Makna.
yang terakhir itu belum tuntas saya baca, tapi entah kenapa saya begitu ingin menulis tentangnya saat ini. beliau, Ust, Salim ini satu-satunya 'penulis berat' yang saya suka, gaya tulisannya yang indah menurut saya membuat kisah yang ia ceritakan terbaca lebih 'ringan'. saat membaca tulisannya, haqqan, saya selalu merasa tertampar, 'ditelanjangi', yang berujung dengan adanya perih di hati saya. namun anehnya, meski sudah 'terluka' sedemikian rupa, saya tetap suka membaca tulisan-tulisannya, bak oase di gersangnya qalb saya, tiap kisah yang ia untai juga membuat saya merasa lebih 'segar'. aneh bukan?
beberapa waktu terakhir ini, begitu banyak hal yang berkecamuk di pikiran dan hati saya. banyak yang saya kritisi, banyak yang saya gugat, dan banyak yang saya acuhkan. mungkin tersebab itulah, saat saya baca Menyimak Kicau Merajut Makna (MKMM), saya merasa tertampar.
MKMM, didalamnya banyak pembahasan yang membuat saya tercenung lama, beristighfar dalam hati, dan merasa begitu berdosa. bahwa ternyata, mungkin hal-hal yang selama ini saya kritisi, gugat, dan acuhkan adalah dampak dari kesalahan dan dosa saya selama ini. bahwa ternyata, banyak hal yang secara tidak sadar saya lakukan adalah suatu kesalahan.
Maha Besar Allah, yang menjawab segala kegalauan hati saya dengan mempertemukan saya dengan buku tersebut, by the way di dunia ini gak ada sesuatu yang kebetulan terjadi kan? untuk saat ini, paling tidak saya telah menemukan jawaban dari apa yang selama ini saya pikirkan, semoga tak hanya berhenti sampai disitu, tapi secara kontinyu saya juga dapat menjadi pribadi yang lebih baik. aamiin..
Labels
- curhat cewek (77)
- i say.. (6)
- just sharing (51)
- like it (4)
- my dien (16)
- my fave lyrics (2)
- tentang bacaan (7)
- tentang film (8)
- tugas kampus (38)
Followers
Sabtu, 26 Oktober 2013
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar