Lagi iseng tau2 kepikiran hal ini . gatau kenapa . disini saya bercerita tentang pandangan saya , tentang mimpi dan cita2 saya . tidak bermaksud memojokkan apalagi menyombongkan diri . tidak sama sekali .
Pikiran ini berawal dari keputusan saya mengambil kuliah jurusan psikologi, banyak anggota keluarga besar yang bertanya , kenapa saya memilih jurusan ini ? apa keuntungannya ? bisa menghasilkan apa ? nanti kerja dimana ? dan masih banyak lagi pertanyaan2 skeptis yang dilontarkan . ada juga yg gini “psikologi? Nanti kerjanya di perusahaan2 gt ya ? tapi kok digunadarma ambilnya malah psikologi ? kan bagus komputernya ..” seriiiiiiing bgt ditanya begitu . awalnya cuma senyum aja kalo ditanya begitu , lama2 bosen bahkan bĂȘte . hellooooowww , apa harus ya semuanya diorientasikan sm uang ??
Ya , saya eneg kalo semua udah pada ngomongin kerja , uang uang uang ! wait wait , jangan pada napsu dulu buat nempongin saya pake batu . okay , saya ga munafik kok , kalo saya hidup didunia ini butuh uang . siapa sih yang ga suka uang ? tapi , salah kalo saya ga menjadikan itu semua sebagai tolok ukur sebuah kesuksesan ?
Dari saya kecil , gatau kenapa , saya udah sebel bgt liat cara kerja pemerintahan negri ini . ancur . dari kecil , saya udah ngerti bahwa di Negara ini masih banyak kaum yang tertindas . dari kecil , saya udah sebel banget ngeliat para anggota dewan cm bisa mengobral janji kpada rakyat , dari kecil saya sudah tertarik memahami orang2 di sekeliling saya , keadaan di sekitar saya .
Saat SD , saya mulai bercita2 ingin kuliah di jurusan apa , awalnya saya berniat untuk mendalami dunia gambar , saya suka baca komik , dan saya suka menggambar . tapi akhirnya berganti ingin menjadi penulis , karna cakupannya luas , jadi saya berniat ambil jurusan sastra Indonesia(waktu itu dibenak saya terpikir bahwa yang namanya dunia jurnalistik itu pasti berhubungan sm sastra) . waktu 3smp saya mulai tertarik dengan hukum2 yang berantakan dinegara ini , rasanya pengen ikutan ngebenerin aja , jadilah saya berminat untuk masuk jurusan hukum . tapi lama2 saya mau banget ngebantu meningkatkan kesejahteraan rakyat negeri ini , akhirnya saya ganti minat , jadi pengen bgt masuk jurusan kesejahteraan sosial . nah pada tahap ini saya udah kelas 1 sma akhir . saya mulai yakin sm apa yang saya ingin saya tekuni . saat masuk kelas 2, tiba2 keyakinan itu nge-blur , saya jadi ingin masuk ke dunia politik . abis kesel bgt liat pemerintahan jaman skarang . dan saya ada diantara 2pilihan . itu terus bertahan bahkan sampai sekarang saya sudah kuliah di jurusan psikologi . tapi satu hal yang saya sadari dari bermacam minat yang pernah hadir dibenak saya , bahwa semuanya itu menyangkut masyarakat dan negeri ini , bahwa ternyata saya sangat ingin membantu membenahi negeri ini . salah ?
Walaupun pada akhirnya Allah mentakdirkan saya utk masuk psikologi , bukan kah itu justru inti dari semua yang saya minati ? bahwa saya harus mengerti dan fahami dulu orang lain , baru dari sana saya bisa mulai mengerti cara pandang masyarakat terhadap hukum , toh dalam psikologi juga kita belajar sedikit ttg hukum negara ini . ingin mensejahterakan rakyat kita juga perlu mengerti kesejahteraan seperti apa yang dibutuhkan rakyat ini , kita harus bisa melihat kejiwaan dan mental2 orang2 di negeri ini . bahkan jika dr psikologi juga kita bisa berkecimpung dalam dunia politik . saya ingin menjadi penulis novel? itu lebih gampang lagi , dr psikologi kita banyak belajar tentang orang lain , dan itu bisa menambah kaya referensi tulisan2 kita , entah untuk pendalaman karakter , adanya nilai2 budaya , dan sebagainya . yang jelas , sebenernya dari psikologi itu kalo mau kemaruk mah kita memiliki banyak lahan pekerjaan .
Tapi bukan itu tujuan saya masuk psikologi . mengambil lahan sebanyak2nya untuk mengeruk keuntungan . na’udzubillah . awalnya saya pilih jurusan ini , karna dr awal , saya suka mendengarkan keluhkesah temen2 . entah kenapa , saya seneng temen2 curhat pd saya dan saya coba berikan solusinya , saya merasa ada yang ‘klik’ darisini seneng bisa bantu oaring lain . yang kedua , saya bisa memahami diri saya sendiri dan menjadikannya bahan bermuhasabah . udah . simple bukan ?
Saya cuma mau , hidup saya yang hanya sekali ini bisa bermanfaat untuk orang2 disekeliling saya . jadi sekali lagi saya tanya , apakah salah kalau orientasi utama saya bukan terletak pada besar kecilnya pendapatan ? oohh , tentu saya juga tidak akan membiarkan diri saya tidak ‘memiliki apa2’ , bukankah kemiskinan akan mendekatkan kita pd kemungkaran dan kebodohan ? saya cm tidak ingin saya hidup serba berlebih . yang sederhana saja namun bahagia .
Kalaupun ada satu pekerjaan yang memiliki prestise dan pendapatan tinggi yang ingin saya jalani , saya hanya mau menjadi seorang Menteri pemberdayaan wanita . bukan , bukan karna ingin menuntut persamaan gender . saya sadar kok , laki2 dan perempuan itu sudah punya tempat masing2 dan ga bisa disamakan . tapi saya hanya ingin perempuan2 kita dihormati , melihat saat ini begitu banyak pelecehan yang dialami para perempuan , jelaas saya ga bisa terima itu . saya ingin membuat perempuan2 indonesia itu cerdas , jaya seperti pada saat zaman nabi Muhammad s.a.w . dimana beliau sangat menghormati perempuan .
Saya pribadi ga mau jadi wanita karir . saya mau total mengurusi keluarga saya nanti , seperti ummi . beliau lah idola saya , wonderwoman bagi saya . tapi berkontribusi untuk negeri ini ? tetap saya jalankan . bismillah . haha. yah , itu mah bagaimana nanti Allah menentukan garis hidup saya . hehe . tapi takdir juga perlu diusahakan bukan ? saya yakin Allah mendengar sgala doa dan harapan2 saya . amiin .
Jadi sekali lagi , saya Tanya , ada yang salah kah dari semua itu ?
*emosi karna ada yang bilang pemikiran saya ga logis ..
0 komentar:
Posting Komentar