bismillah, semoga saya tulis ini tanpa ada niatan buruk apapun..
sebelum baca ini, siapapun anda, tolong jauhkan sgala prasangka dan pikiran-pikiran buruk tentang apa yang akan anda baca, ini hanya sebuah obrolan biasa, antara ibu dan anak. sama halnya saat kita bercerita tentang pada siapa kita jatuh cinta, bagaimana kita melewati hari ini di luar rumah, dan sebagainya.. terimakasih atas pengertiannya :)
dapur, 25 Juli 2011. 07.30 wib
"maksud ummi aku harus cari sendiri sebuah 'kebenaran' itu? gini ya mi, aku pribadi sih emang ga ngerti gitu-gituan. tapi aku harus cari kemana coba 'kebenaran' itu? secara, dari kecil ummi sama abi nyekolahin aku ditempat yang 'PKS banget'.." saya manyun. hampir aja piring keramik yang lagi saya cuci jatuh.
"loh kok bilangnya begitu kak?"ummi yang lagi ngupas bawang menoleh kearah saya.
"yaiya dong, aku dari kecil udah 'terdidik' kaya gini. dan aku sendiri sebenernya ga masalah sama hal ini. aku ngerasa dari apa yang ummi sama abi kasih ke aku itu gada yang salah, ya jadi wajar dong aku 'nrimo aja dan ga mencari-cari lagi yang mana yang baik itu.." saya bicara tanpa memandang ke arah ummi.
"maksud ummi bukan mencari sebuah 'kebenaran' lagi, tapi bagaimana kamu memiliki keyakinan dari diri kamu sendiri kenapa kamu memilih jalan ini, kenapa kamu liqo, kenapa kamu munashoroh, bukan cuma ikut-ikutan ummi sama abi aja.. ngerti ga maksudnya? jadi nanti, disaat kamu 'dicecar' pertanyaan sama temen-temen kamu, kamu bisa jawab dengan yakin tentang apa yang kamu pegang saat ini dan insyaAllah sampai nanti.. dan ga cuma 'ya gue sih ikut ummi abi gue aja'. jadi, mulai sekarang nih, kamu harus lebih banyak lagi baca buku, perbanyak diskusi inget diskusi bukan debat. kamu belum ngerti ilmunya gausah lah berdebat. kamunya yang harus aktif.. juga, jangan denger omongan-omongan negatif dari orang lain. disaat kamu bereaksi atas omongan-omongan mereka, itu artinya kamu 'meladeni' mereka dan akhirnya jadi sama aja kaya mereka.." panci terakhir yang saya cuci pun selesai dibilas. saya mematikan kran.
"ya ya ya, tapi bete lah mi dengernya. mereka menghina orang lain kaya mereka lebih baik aja.."
"eit eit, tuh kalo kamu kaya gini, apa jadinya juga gak sama aja kaya mereka? udahlah kak, skarang yang penting kamu banyak baca aja, perjalanan tarbiyah kamu masih panjang, nanti dikedepannya kamu akan tau lagi kenapa kita harus seperti ini, bagaimana kita mensikapi orang-orang yang gak suka sama kita, bahwa sunnah itu bla bla bla.."
obrolan ini pun sebenarnya masih panjang berlanjut. tapi karena saya nya juga bingung nulisnya kaya gimana, jadi sampai sini dulu ya cerita curhat saya sama ummi :) oia, once more, ini pure cuma tulisan iseng saya biar terus inget kata-kata yang ummi kasih tau ke saya, bukan untuk menyidir orang lain, merasa lebih baik dari yang lain, atau memberi pembelaan terhadap diri sendiri.
maaf jika ada salah-salah kata, ada yang terlukai atau apalah itu namanya. mianhamnida :)
2 komentar:
gue lagi galau soal begini juga :D
wah? hehe, bisa sama begitu.. haha
Posting Komentar