semoga Allah senantiasa menjaga kita dari rasa hasad dan hasud, aamin allahumma aamiiin :)
Bismillah.
Sejujurnya saya gatau apa yang menggerakkan hati saya untukmenulis tentang ini, tapi akal sehat saya seperti berontak ketika mencoba untuktidak memikirkannya.
*Halah, apa coba gue?*
kisah ini dimulai ketika beberapa hari belakangan, media kerapmembicarakan tentang tewasnya muammar khaddafi, seorang diktator pemimpin Libya.Yang kematiannya begitu membuat bahagia rakyat Libya. Yang kematiannya membuatamerika dan antek-anteknya pun tertawa.
HAHAHA.
sebenarnya saya tak mengerti pasti mana yang benar dan mana yang salah. saya juga tak tahu apa benar citra khaddafi yang selama ini didengungkan media adalah nyata (ga menutup kemungkinan tho ada yang memprovokasi?). saya pun tak berani menduga siapa dalang dibalik 'bar-bar'nya islam saat ini, agama rahmatan lil alamin yang sangat saya banggakan ajarannya..
namun membaca artikel dari media, membuat saya kecewa. pantaskah agama yang berlandaskan qur'an dan sunnah, yang mengajarkan kasih sayang bahkan toleransi antar ummat beragama melakukan hal sekeji itu terhadap sesamanya?
mungkin memang benar, khaddafi telah berlaku dzolim terhadap rakyatnya. mungkin memang benar, rezimnya telah begitu menyengsarakan. namun, tetap saja akal saya tak bisa menerima atas perlakuan orang-orang terhadapnya. kemana hati nurani kita? kemana pemahaman agama kita?
Rasulullah saja masih menjenguk musuhnya (kafir quraisy) yang melemparinya dengan 'kotoran' ketika sakit. masih mendoakannya. haruskah sekeji itu, kita, yang hanya manusia biasa menghakimi seseorang di dunia? bukannya darah seorang muslim adalah haram bagi muslim lainnya?
tidak bermaksud juga menyalahkan orang yang telah membunuh khaddafi, at least, perlakukan mayat itu dengan semestinya. dia manusia loh, bukan hewan. yang bangkainya ga mesti dikubur malah dipertontonkan. kita punya adab memperlakukan jenazah!
ada lagi artikel ini, saya benar-benar tercengang luar biasa membacanya. beginikah potret islamku saat ini? dimana tak ada lagi yang bisa menjaga amarah dalam hatinya, menjaga lisannya? dimana hati kita? tak cukupkah kita yakini bahwa sudah ada pembalasan dari Allah yang pasti jelas keadilannya?
jadi ingat ucapan salah seorang dosen saat membahas politik timur tengah saat ini, "...saya lebih menyukai keputusan khaddafi yang tak mau turun dari kedudukannya karena tak ingin menjadi 'bawahan' amerika. hancurkan saja libya, jika tujuan amerika adalah untuk menguasai negara itu, biar amerika yang 'membangun' kembali negara itu dari titik nol..' --> wallahu a'lam
jadi tertawa,
'amerika takkan pernah berubah selama yahudi masih ada dibelakangnya..' kata abi ketika amerika diberitakan tak menyutujui PBB yang ingin memerdekakan palestina.
miris bukan?
tak cukupkah agama ini diacak-acak mereka? oleh yahudi? oleh amerika?
haha. kita menjadi 'boneka' dan mereka bebas tertawa mempermainkan kita..
0 komentar:
Posting Komentar