Entah kenapa, beberapa minggu belakangan ini hati sayabegitu sensitif bila menyangkut tentang kematian. Setelah beberapa waktu lalusaya ‘kepikiran’ tentang sahabat adik saya, kemudian (alm) ust.rahmat abdullah,kini saya kembali berfikir tentang maut kala saya membaca kenangan semasa hidupibu sejati ini..
Ini tentang sosok yang begitu saya kagumi, sosok yang begitumenginspirasi saya.. beliau adalah (almh.) usth.yoyoh yusroh.. siapa yang takmengenal sosoknya? Walaupun tak secara gamblang benar mengenalnya, pasti bagi‘kita’ –ngerti kan maksud dari ‘kita’?- pernah mendengar namanya di berbagaikesempatan..
Seorang da’iyyah dan politikus yang kesederhanaannyamenggema didalam hati orang yang mengenalnya.
sudah 4 bulan lebihbeliau beristirahat dengan tenang disisiNya, menunggu dengan tenang hari dimanainsyaAllah kita dapat bertemu kembali. Sudah 4 bulan lebih testimoni-testimonitentang beliau kerap saya baca. namun baru sekarang saya memiliki keberanian menulis tentangnya.
Dan airmata ini tak kuasa sayabendung.
Sejujurnya, saya tak mengenal dekat sosoknya. awalnya hanyatau sebatas “beliau itu ‘guru’ ummi”, atau “oh, anaknya ada yang sekelas samague waktu TK”, yang paling mendalam à“beliau itu care banget sama palestina”..
huft.
Ya, saya cinta negeri para nabi itu.. kecintaan yang bahkantak bisa diungkap dengan kata-kata. Terserah orang mau bilang apa, terserahorang mau percaya atau tidak. Saya bahkan sudah mencintai negeri itu saat sayamasih duduk dibangku SD, saat peperangan di negeri itu sudah sangat takmanusiawi, semakin cinta ketika saya menonton video syahidnya syeikh ahmadyassin pada tahun 2004. Bahkan hingga saat ini, saya ingin sekali, nanti,ketika saya sudah menjadi orang yang ‘sukses’ saya akan terbang ke negeri itumenjadi relawan (bersyukur jika Allah mengizinkan saya syahid di negeri itu)..
Back to topic.
Berawal dari kecintaan saya pada negeri itu lah sayamengagumi sosok beliau. Ya, Beliau adalah orang yang sangat peduli terhadapnegeri itu, bahkan dalam testimoni tentangnya, tantowi yahya (anggota DPRsekaligus rekannya dalam komisi 1) mengatakan hal serupa.
Kekaguman saya pun tak berhenti disitu, kisah hidupnya dalam 2buku (langkah cinta untuk Indonesia dan langkah cinta untuk keluarga) yang sayapinjam dari abi membuat saya banyak mengambil pelajaran. saat membacanya, saya menangis haru. selalu terlontar doa dari hati saya, “Semoga kelak aku bisa sepertinya, perkenankan Rabb..”
subhanallah. subhanallah. subhanallah.
kepergiannya yang ditangisi, disholatkan bahkan dihantarribuan orang membuat hati saya bergetar. Akankah akhir hidup saya indah sepertiini? Saya ada saat beliau disemayamkan di rumah dinas DPRnya, saya menyaksikansecara langsung bagaimana sosoknya begitu dicintai semua pihak. Semua menangis,berangkulan saling menguatkan kehilangan sosoknya..
Sosok yang bahkan kata ummi belum ada yang bisamenggantikannya. Sosok yang mewakili suara hati perempuan. Sosok yang vokaldengan gagasannya. Sosok yang nyaris sempurna dalam pergerakan dakwah parakader wanita. ibu yang shalihat bagi anak-anaknya.
tangis ini menderas saat membaca testimoni dari para mukmin,
“Dan saya bersaksi, ia adalah salah satu hambaMu yang paling hamba, ya Rabb. Sungguh, saya tak pernah mengenal muslimah lain di negeri ini yang hidupnya lebih produktif dan efektif daripada beliau. Semoga Engkau memberi beliau tempat terbaik dan terindah di sisiNya. Amin.” (Helvy Tiana Rosa)
“Ya Allah ya Rabb, Sy aboebakar alhabsyi bersaksi bahwa ustadzah yoyoh yusroh adalah min ahlilkhoir dan seorang mujahidah daiyah.” (Aboe Bakar Al-Habsy, aleg PKS DPR RI)
“Ya ALLAAH dg segala kelemahanku aku bersaksi bhw ustzh Yoyoh adalah Da’I n Mujahidah, ikhlas berjuang, rendah hati n jauh dari riya n sum’ah.” (Nabiel Al-Musawa, aleg PKS DPR RI) -- seperti saya kutip dari http://yoyohyusrohtestimoni.wordpress.com/2011/05/25/testimoni-berbagai-tokoh/
Dan pada akhirnya,
Terbesit malu dalam hati, pantaskah saya berharap “kelak,suatu hari nanti izinkan aku Wahai Allah menjadi pengganti beliau dalammemperjuangkan agamaMu..” ?
masih terisak. kamar. 9 oktober 2011, 20.38 wib.
0 komentar:
Posting Komentar