Kelas: 3PA01
NPM: 13510875
Makul: Psikoterapi
Pendekatan analisis transaksional dipelopori oleh Erick Berne dan dikembangkan sejak tahun 1950. Transaksional maksudnya ialah hubungan komunikasi antara seseorang dengan orang lain. Analisis transaksional adalah
psikoterapi transaksional yang dapat digunakan dalam terapi individual, tetapi lebih cocok untuk digunakan dalam terapi kelompok. Analisis transaksional (AT) berbeda dengan sebagian besar terapi lain karena merupakan suatu terapi kontraktual dan desisional. AT melibatkan suatu kontrak yang dibuat oleh klien, yang dengan jelas menyatakan tujuan-tujuan dan arah proses terapi. AT juga berfokus pada putusan-putusan baru. AT menekankan aspek-aspek kognitif rasional-behavior dan berorientasi kepada peningkatan kesadaran sehingga klien akan mampu membuat putusan-putusan baru dan mengubah cara hidupnya.
Sementara terapis memiliki pengetahuan keahlihan tentang analisa struktural, analisistransaksional, dan analisis skenario, ia tidak berfungsi memerankan seorang ahli yang tidak memihak, menyingkirkan diri dan superior yang tampil untuk menyembuhkan “pasien yang sakit”. Sebagian besar teoris AT seperti claude steiner-menekankan pentingnya hubungan yang setaraf terapis dan klien dan menunjukkan pada kontrak terapi sebagai bukti bahwa terapis dan klien adalah pasangan dalam proses terapi. Oleh karena itu, tugas terapis adalah mengunakan pengetahuan untuk menunjak klien dalam hubungannya dengan sesuatu kontrak spesifik yang jelas yang diprakasai oleh klien.
Tugas terapis pada dasarnya adalah membantu agar klien memperoleh perangkat yang diperluhkan bagi perubahan. Terapis mendorong dan mengajari klien agar lebih mempercayai ego orang dewasa itu sendiri ketimbang ego orang dewasa terapis dalam memeriksa putusan-putusan lamanya dan dalam membuat putusan-putusan baru.
Kelebihan terapi ini menurut Gerald Corey :
- Sangat berguna dan para konselor dapat dengan mudah menggunakannya.
- Menantang konseli untuk lebih sadar akan keputusan awal mereka.
- Integrasi antara konsep dan praktek analisis transaksional dengan konsep tertentu dari terapi gestalt amat berguna karena konselor bebas menggunakan prosedur dari pendekatan lain. Bab ini menyoroti perluasan pendekatan Berne oleh Mary dan almarhum Robert Goulding (1979), pemimpin dari sekolah redecisional TA. The Gouldings berbeda dari pendekatan Bernian klasik dalam beberapa cara. Mereka telah digabungkan TA dengan prinsip-prinsip dan teknik-teknik terapi Gestalt, terapi keluarga, psikodrama, dan terapi perilaku. Pendekatan yang redecisional pengalaman anggota kelompok membantu kebuntuan mereka, atau titik di mana mereka merasa terjebak. Mereka menghidupkan kembali konteks di mana mereka membuat keputusan sebelumnya, beberapa di antaranya tidak fungsional, dan mereka membuat keputusan baru yang fungsional. Redecisional terapi ini bertujuan untuk membantu orang menantang diri mereka untuk menemukan cara-cara di mana mereka menganggap diri mereka dalam peran dan victimlike untuk memimpin hidup mereka dengan memutuskan untuk diri mereka sendiri bagaimana mereka akan berubah.
- Memberikan sumbangan pada konseling multikultural karena konseling diawali dengan larangan mengaitkan permasalahan pribadi dengan permasalahan keluarga dan larangan mementingkan diri sendiri
- Banyak Terminologi atau istilah yang digunakan dalam analisis transaksional cukup membingungkan.
- Penekanan Analisis Transaksional pada struktur merupakan aspek yang meresahkan.
- Konsep serta prosedurnya dipandang dari perspektif behavioral, tidak dapat di uji keilmiahannya
- Konseli bisa mengenali semua benda tetapi mungkin tidak merasakan dan menghayati aspek diri mereka sendiri.
sumber:
0 komentar:
Posting Komentar