Kelas: 3PA01
NPM: 13510875
Makul: Psikoterapi
NPM: 13510875
Makul: Psikoterapi
Konseling berpusat pada person (person centred therapy) dikembangkan oleh Carl Person Rogers, salah seorang psikolog klinis yang sangat menekuni bidang konseling dan psikoterapi. Dia dilahirkan pada 1920 di Loak Park, Illinois. Psikoterapi ini berkembang pada tahun 1960an, psikoterapi ini menekankan bahwa prinsip terapi ini tidak hanya diterapkan dalam proses terapi tetapi prinsip-prinsip terapi ini dapat diterapkan di berbagai setting seperti dalam masyarakat. Titik berat dari PCT meningkatkan keterlibatan hubungan personal dengan klien, terapist lebih aktif & terbuka, lebih memperhatikan pengaruh lingkungan. Periode ini memperkenalkan unsur-unsur penting dari sikap-sikap terapis, yakni keselarasan, pandangan dan penerimaan positif, dan pengertian yang empatik sebagai prasyarat bagi terapi yang efektif.
Menurut pendekatan client centered, psikoterapi hanyalah salah satu contoh dari hubungan pribadi yang konstruktif. Klien mengalami pertumbuhan psikoterapeutik di dalam dan melalui hubungan dengan seseorang yang membantunya melakukan apa yang tidak bisa dilakukannya sendirian. Itu adalah hubungan dengan konselor yang selaras (menyeimbangkan tingkah laku dan ekspresi eksternal dengan perasaan-perasaan dan pemikiran-pemikiran internal), bersikap menerima dan empatik yang bertindak sebagai agen perubahan terapeutik pada klien.
Tahap-tahap konseling
- Klien datang kepada terapis atas kemauannya sendiri atau atas saran orang lain. Apabila klien datang atas saran orang lain, maka terapis harus mampu menciptakan situasi yang nyaman dan permisif agar klien dapat menentukan untuk tetap mengikuti konseling daripada membatalkannya.
- Situasi konseling sejak awal menjadi tanggung jawab klien, sehingga terapis berperan untuk mengarahkan klien.
- Terapis mendorong klien untuk mampu mengungkapkan pikiran, perasaan, dengan menunjukkan keaslian, empati dan menerima klien apa adanya.
- Terapis berupaya agar klien mampu menerima dirinya sendiri (self-acceptance)
- Klien menentukan pilihan sikap dan tindakan yang akan diambil.
- Klien merealisasikan pilihannya.
- Mendengarkan aktif.
- Merefleksikan pengalaman.
- “Hadir” bagi klien dengan dukungan dan pemberian keyakinan.
· Pemusatan pada klien dan bukan pada therapist
· Identifikasi dan hubungan terapi sebagai wahana utama dalam mengubah kepribadian.
· Lebih menekankan pada sikap terapi daripada teknik.
· Memberikan kemungkinan untuk melakukan penelitian dan penemuan kuantitatif.
· Penekanan emosi, perasaan, perasaan dan afektif dalam terapi
· Menawarkan perspektif yang lebih up-to-date dan optimis
· Klien memiliki pengalaman positif dalam terapi ketika mereka fokus dalam menyelesaiakan masalahnya
· Klien merasa mereka dapat mengekpresikan dirinya secara penuh ketika mereka mendengarkan dan tidak dijustifikasi
Kelemahan dari pedekatan ini antara lain :
· Terapi berpusat pada klien dianggap terlalu sederhana
· Terlalu menekankan aspek afektif, emosional, perasaan
· Tujuan untuk setiap klien yaitu memaksimalkan diri, dirasa terlalu luas dan umum sehingga sulit untuk menilai individu.
· Tidak cukup sistematik dan lengkap terutama yang berkaitan dengan klien yang kecil tanggungjawabnya.
· Sulit bagi therapist untuk bersifat netral dalam situasi hubungan interpersonal.
· Terapi menjadi tidak efektif ketika konselor terlalu non-direktif dan pasif. Mendengarkan dan bercerita saja tidaklah cukup
· Tidak bisa digunakan pada penderita psikopatology yang parah
· Minim teknik untuk membantu klien memecahkan masalahnya
Sumber:
- Dwi Riyanti, BP & Prabowo, H. (1998). Seri Diktat Kuliah: Psikologi Umum 2. Gunadarma
- Wade, C., Tavris, C. 2007. Psikologi Jilid 2. Edisi Kesembilan. Alih Bahasa: Padang Mursalin, M.Psi & Dinastuti, M.Psi. Jakarta: Erlangga
0 komentar:
Posting Komentar