Selasa, 18 Maret 2014

ketika cinta bicara..

Diposting oleh khdjhmrdhyh di Selasa, Maret 18, 2014
Ketika cinta ini hanya kami yang bisa mengerti, izinkan mereka ikut memahami mengapa kami seperti ini, Rabb..

sebenarnya saya ragu untuk menuliskan tentang hal ini, disini.. namun akhirnya saya memutuskan untuk menuliskannya karena ternyata perasaan ini begitu kuat ada di dalam hati saya. huft.. maka mari izinkan saya untuk sedikit bercerita tentangnya saat ini..

saya terlahir, alhamdulillah, dari sebuah keluarga yang mendamba sebuah 'kemenangan sejati'.. abi dan ummi yang saya tahu telah mewakafkan diri mereka di jalan dakwah, apapun yang mereka lakukan sejatinya adalah untuk kemenangan agama ini. Dengan ideologi yang mereka (abi, ummi, dan teman-temannya) miliki, kami (anak-anaknya) dididik dengan cara yang hampir sama, kami di sekolah kan di 'lingkungan' yang sama, kami dibesarkan dengan idealisme yang sama.

namun lucunya, tak semua dari kami 'menerima'nya dengan cara yang sama. kami tumbuh dengan segala 'cerita' yang berbeda. ada yang mengikuti jejak orangtua kami, ada juga yang memilih tak ikut bergabung, dengan alasannya masing-masing. saya sendiri ada di barisan yang memilih tak ikut bergabung; tapi ke-tak-terlibat-an saya bukan berarti 'keluar' dari lingkaran, hanya, apa ya? saya merasa saya tak memiliki kapasitas didalamnya. entah jika yang lain.

sedikit menyela, pada tanggal 9 april mendatang akan ada pesta demokrasi 5 tahunan, disini kita menyebutnya dengan pemilu. Orangtua kami membentuk sebuah Partai Dakwah, Partai Keadilan Sejahtera (PKS). bagi saya pribadi, PKS bukan hanya sebuah partai dimana ada abi didalamnya, walaupun saya tak berada dalam barisan yang sama seperti abi dan teman-temannya, ia sudah menjadi bagian dalam diri saya. Dan harus saya akui, saya begitu mencintai 'lingkaran' ini.

Pun kecintaan ini makin bertambah, ketika saya melihat bagaimana sulitnya mereka (kader PKS) berjuang untuk memenangkan agama ini, begitu banyak ujian yang dialami Partai Dakwah ini, namun luar biasanya para Kader tak pernah menyerah untuknya. banyak yang mengatakan bahwa Kader PKS itu fanatik buta, saya bukan kader, tapi saya tahu bahwa mereka bukan fanatik buta, melainkan mereka yakin bahwa apa yang mereka perjuangkan adalah sebuah kebenaran, mereka menginginkan adanya sebuah perbaikan, dan Allah selalu bersama mereka. hanya kecintaan pada-Nya lah yang dapat membuat kader-kader PKS mau bekerja tanpa dibayar, bahkan mereka pun harus banyak berkorban.

abi saya pernah mengatakan "Dalam dakwah ini kak, kita harus mau mengorbankan semua yang kita punya. waktu, tenaga, pikiran, apalagi harta..", jika bukan karena besarnya keyakinan abi dan teman-temannya itu akan Allah, saya rasa gak akan mungkin mereka mau segitunya.

jika dalam generasi penerus mereka ada kami anak-anaknya yang berbaris dalam dua barisan (mengikuti jejak orangtua kami sebagai aktivis dan tidak mengikuti jejak orangtua kami), tak akan heran jika 'yang mengikuti' bersuara disaat-saat seperti ini, tapi sungguh saya dibuat terharu, ketika 'yang tak mengikuti' pun turut bersuara. di berbagai media sosial, banyak diantara kami yang menjadi 'satu' ketika membela apa yang orangtua-orangtua kami perjuangkan. banyak diantara kami yang bersuara. entah ia seorang aktivis atau bukan. seolah kami tak akan ridha, jika apa yang telah orangtua kami korbankan, orangtua kami perjuangkan, berakhir dengan sebuah ketidakadilan. semua orang tau, bagaimana kotornya dunia politik di dunia ini.

Pak Tifatul, MenKomInfo sekaligus Petinggi PKS pernah mengatakan ini dalam tausyiyahnya, "Sekiranya politik ini tak akan menguntungkan agama kita,..kita tinggalkan ini semua..", maka seperti doa Nabi ketika Perang Badar, dalam paparan Ust. Salim A. Fillah dalam tulisannya:

“Ya Allah”, lirihnya dengan mata kaca, “Jika Kau biarkan pasukan ini binasa, Kau takkan disembah lagi di bumi! Ya Allah, kecuali jika Kau memang menghendaki untuk tak lagi disembah di bumi!” Gemetar bahu itu oleh isaknya, dan selendang di pundaknya pun luruh seiring gigil yang menyesakkan.

Maka, Izinkan saya berdoa untuk kemenangan ini, Rabb.. Izinkan saya berdoa untuk kemenangan ini, Rabb..

0 komentar:

Posting Komentar

 

Kamar Cewek Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review