Bismillah..
semoga setelah saya tulis ini, kerinduan saya akan Baitullah sedikit berkurang.. dari tadi maghrib, entah kenapa perasaan rindu ini begitu membuncah, menyesakkan. beneran gak lebay. rasanya mau nangis ngeraung-raung kalo itu bisa buat saya kesana lagi..
awal tahun kemarin, lebih tepatnya tanggal 6 januari 2014, saya dan full team sekeluarga terbang ke Madinah untuk menunaikan ibadah umroh sekalian 'liburan', alhamdulillah, itu pertama kalinya saya pergi umroh.. abi ambil paket umroh sekalian perjalanan 1 malam di Dubai dan 2 malam di Turki, jadi total perjalanan sekitar 12 hari termasuk perjalan pergi dan pulang.
disini saya ga akan menceritakan secara detil bagaimana perjalanan umroh (+ jalan-jalan) saya kemarin, karena sungguh, sensasi nya itu ga akan bisa di gambarkan hanya dengan tulisan, apalagi tulisan saya yang masih amatir ini.. bagaimana rasanya shalat shubuh pertama kali di Masjid Nabawi, berjama'ah dengan umat muslim sedunia untuk pertama kalinya membuat shubuh saya kali itu khidmat sekali.. lalu bagaimana saya begitu betah berlama-lama tilawah di dalamnya, tak ada rasa lelah sedikitpun. saya betul-betul merindukan perasaan hangat itu. Disini, saya jaraaang sekali merasakan itu kecuali di bulan Ramadhan atau ketika saya sedang futur. juga saat akhirnya saya berkesempatan untuk shalat 2 rakaat di Raudhah, subhanallah, saya masih ingat bagaimana hati ini begitu bergetar haru didalamnya. banjir tangis ketika mengingat perjuangan Rasulullah SAW untuk memenangkan agama ini, sedangkan kini, banyak umatnya yang seakan tak acuh mau bagaimana agama ini berakhir nanti.
di Madinah, hati saya damai sekali.. apalagi didukung dengan tidak ada nya akses internet yang membuat saya tak tau berita-berita up to date di Tanah Air yang banyakan buat pusing nya tibang buat senengnya.. saya benar-benar fokus pada amalan-amalan yaumiyah dan ziarah-ziarah ke tempat bersejarah di Madinah, Pegunungan Uhud salah satunya. siapa yang tak tahu kisah perang Uhud? sebuah sejarah pahit umat Muslim, dimana banyak shahabat yang syahid pada perang ini. lagi-lagi, mata saya panas membayangkan bagaimana kondisi saat itu..
sedangkan di Makkah, kesan saya pertama kali sampai disana adalah, 'wah macam kota metropolis'. beda sekali suasana Makkah dengan Madinah. sesampainya di Makkah, kami langsung melaksanakan thawaf dan sa'i. pertama kali dalam hidup saya melihat ka'bah langsung di hadapan saya membuat bahu saya langsung berguncang, lemas rasanya tak menyangka bahwa akhirnya saya bisa sampai ke Baitullah.. putaran pertama, kedua, bahkan hingga putaran ketujuh, tak henti-hentinya air mata ini mengalir. saya merasa begitu kerdil di hadapan ka'bah.. saya sibuk meminta ampun untuk segala dosa yang telah saya perbuat.
sungguh, 6 hari perjalanan di Madinah dan Makkah tak bisa saya lupakan sedikit pun. 6 hari dimana saya lebih banyak bicara pada diri sendiri, 6 hari dimana airmata saya tak pernah kering untuk mengalir, 6 hari dimana saya merasa bahwa kehidupan 21 tahun saya sebelumnya tidak ada apa-apanya dibandingkan perasaan 6 hari saya disana..
dan saat ini, sudah hampir 2 bulan dari saya kembali pulang, saya merasa begitu merindukan suasana Madinah dan Makkah. ingin rasanya kembali kesana, 'melarikan diri' dari setumpuk masalah saya disini, ingin kembali menikmati indahnya 'berbicara' dengan Sang Pemilik Alam, menikmati indahnya perasaan tentram ketika beribadah tanpa ada gangguan apapun.. huhuhuhu, Ya Allah.. Izinkan saya kembali ke Rumah-Mu.. Izinkan saya kembali menikmati damainya hidup di bumi Nabi-Mu.. Rabb.. Aamiin Allahumma Aamiin..
Labels
- curhat cewek (77)
- i say.. (6)
- just sharing (51)
- like it (4)
- my dien (16)
- my fave lyrics (2)
- tentang bacaan (7)
- tentang film (8)
- tugas kampus (38)
Followers
Jumat, 14 Maret 2014
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar