Saya ingin bercerita, tentang buku susunan ibu afifah afra , yaitu ‘..and the star is me !!’ yg disalah satu bagian membahas tentang kecemelangan sebuah bintang. Namun, bukan itu intinya, ada satu cerita yang membuat saya tercenung lama, mencoba memahami bahwa ternyata sebuah ‘keberhasilan’ bisa saja mencelakai diri sendiri jika tidak dibarengi dengan sebuah keimanan kekal. Na’udzubillahi min dzalik..
Disini saya hanya mencoba share, bersama2 mentausyiyah diri, melakukan sebuah introspeksi. Bismillah ..
Sifat-sifat bintang, apa sifat2 bintang? Anda pasti punya jawaban masing2. Akan tetapi mungkin kita akan sepakat dalam beberapa hal. Pertama, ia merupakan sumber cahaya, sumber energy. Energy inilah-yangatasizinsangpencipta- akan menjadi sumber kehidupan makhluk2 yg ada di dalam orbit pancarannya. Bisa kita bayangkan jika tak ada matahari yang bersinar, tak akan ada tumbuhan yang berfotosintesa. Manusia dan hewan yang menjadi konsumen tak akan mampu hidup jika tak ada produsennya. Bayangkan jika sepanjang hari adalah malam dan kita akan terus bergelut dgn selimut kita, itu pun kalau ada pohon kapas yg tumbuh tanpa sinar matahari.
Sifat bintang yang lain adalah, ia dikelilingi oleh benda2 disekitarnya, yakni para planet dan satelitnya. Planet2 bergerak dalam orbit yang teratur. Ia menjadi pusat tata surya. Anda ingat, statement seperti inilah yg membuat Galileo ‘dikafirkan’ oleh Paus yang berkuasa tahun 1632. Ia membuat teori heliosentris(mataharisebagaipusattatasurya) yang menentang teori geosentris(bumisebagaipusattatasurya) yang diyakini kebenarannya oleh gereja.
Seperti seseorang yang memiliki sifat ‘bintang’, ia adalah seorang trendsetter, bukannya follower yang selau me too. Ia aan menciptakan inovasi-inovasi, hal2 baru yang akan membuat suatu perubahan.
Namun, karena kecemerlangannya, bintang seringkali menjadi ‘thaghut’ yakni sesuatu yang disembah , dituhankan. Di mesir, matahari disebut Ra, dewa yg disembah oleh masyarakat mesir purba. Demikian juga masyarakat jepang menyembah Ammaterasu Ommikami, Dewa matahari. Cerita para ulama yg menolak membungukkan badan kearah matahari terbit pada saat penjajahan jepang seringkali menjadi penyebab bentroknya tentara pendudukan jepang dengan masyarakat pribumi muslim.
Pada manusia, ‘kebintangan’ yang dimiliki juga membuat ia dikagumi berlebihan, dianggap sebagai dewa, sebagai Tuhan. Siapa yang meragukan kekuatan fir’aun? Ia seorang pemimpin besar. Tak mungkin ia bisa menjadi seorang raja mesir jika tidak memiliki karakter seorang bintang. Namun, kebintangan fir’aun ternyata telah melampaui batas, sehingga dengan lancing ia memproklamirkan dirinya dengan pernyataan, ‘ana rabbukumul a’laa, saya adalah tuhanmu yang maha tinggi.’ Allah pun mengutuk kezaliman fir’aun dengan menenggelamkannya di laut merah. Dan Allah sengaja menjadikan jasad fir’aun si pengidap megalomania ini tetap utuh sebagaimana firmanNya, “maka pada hari ini Kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang dating sesudahmu dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan kami,’ (QS.Yunus:92)
Seorang professor ahli bedah dari jerman, orientalis, mencoba mencari jawab atas ayat ini. Badan siapa yang dimaksud dalam ayat tersebut. Ia pun membuka-buka ayat al-qur’an yang lain dan menemukan jawab dalam ayatNya, ‘Dan (ingatlah) ketika Kami belah laut untukmu, lalu kami selamatkan kamu dan kami tenggelamkan (fir’aun) dan pengikut-pengikutnya sedang kamu sendiri menyaksikan,’ (QS.Al-baqarah:50). Menurut al-quran badan itu milik fir’aun.
Akan tetapi, professor itu tidak percaya. Ia pun pergi ke mesir, menuju tempat mumi ramses(sebutanuntukfir’aun) disimpan. Ia melihat 3 jasad Ramses disana, yakni ramses I, ramsesII, dan ramsesIII. Ia merasa bingung mana ramses alias fir’aun yang diceritakan al-quran tenggelam di laut merah. Akhirnya sang professor pun membedah jasad ketiganya. Ternyata Ia mendapati pada tubuh ramsesII, 2 buah tanda yang membuat keimanan lantas bertandang kesanubarinya. Tanda pertama, jasad ramsesII memiliki otot2 yang kejangseperti orang yang meninggal karena tenggelam. Tanda kedua, dalam ramsesII terdapat spesies ganggang yang hanya terdapat di laut merah.
Maha besar Allah, dengan segala firmanNya. Ia utuhkan jasad fir’aun agar menjadi pelajaran bahwa orang besar yang mengaku sebagai tuhan itu ternyata juga bisa mati. Bisa juga dibinasakan oleh Rabb yang Haq.
Pen’thaghut’an dengan skala kecil juga kerap terjadi pada orang2 beken yg muncul sebagai pesohor karena kebintangannya. Sebagai contoh, Evita Peron, istri Juan Peron, mantan penguasa argentina. Wanita ini, konon karena memiliki banyak sifat ‘seorangbintang’ memang sangat dicintai oleh warga argentina. Karena itu, kematiannya pada bulan juli 1952 membuat pecintanya kehilangan akal sehat. Mereka melakukan aktifitas yang tak masuk akal sebagai bentuk kekacauan pikirannya. Seorang penari, menari tango 127jam tanpa henti. Seorang pemain billiard terus menyodok bola di lapangan basilica sampai 1500 sodokan. Dua wanita berkeliling Plaza de Mayo sambil berlutut mulai pukul 05.45 hingga 10.30 tanpa peduli tempurung lututnya robek. Saking menganggap suci wanita itu, hingga masyarakat argentina protes berat ketika film Evita dibuat dengan memakai Madonna yg suka buka2an aurat itu memerankan tokoh evita peron. Dan masih banyak lagi contoh-contoh ‘pendewaan’ para fans terhadap idolanya hingga saat ini.
Kisah2 diatas hanya sebagian kecil dari pembahasan tentang seorang bintang dalam buku ‘..and the star is me!!” , yang membuat saya benar2 berfikir bahwa memang tak ada kesempurnaan didunia ini, karena yg sebuah kesempurnaan itu hanya milik Allah. Bahwa kita harus terus berusaha tanpa pernah melepas rasa syukur dan tawakkal kita kepada Tuhan yg menciptakan kita.
Silahkan menjadi bintang, tapi ingatlah, jangan sampai kecemerlangan yang kita pancarkan menandingi kecemerlangan Allah. Karena sungguh, Allah itu maha pencemburu.
Saya tidak sedang memojokkan pihak manapun disini, sungguh. pun jika saya membawa contoh2 hanya untuk sekadar pembuktian untuk tulisan saya. Bahwa disini saya hanya mengingatkan diri saya sendiri. Menyadarkan fikiran saya sendiri. Membagikan apa yang telah saya dapat dan berharap semua ini mendatangkan kebaikan. Wallahu a’lam ..
Referensi:
..and the star is me!! , afifah afra hal.35-37
Majalah intisari, april 1997 hal.4-5
0 komentar:
Posting Komentar