Kamis, 06 Maret 2014

Sunyi

Diposting oleh khdjhmrdhyh di Kamis, Maret 06, 2014
Sungguh ya sungguh, hati saya lagi gak karuan malam (atau pagi [?]) ini.

ups!

Bismillah, saya lupa untuk ucap pembuka di tulisan saya kali ini; assalamualaikum, readers :)
sunyi, sunyi, sunyi. apa yang ada dipikiranmu saat kau dengar atau baca kata itu? sepi? sendiri?
pasti sejenis itu ya, ga mungkin dengar atau baca sunyi yang tergambar adalah orator lagi berkoar-koar mimpin demonstrasi kan?
saat saya baca atau dengar kata itu, yang terlintas adalah novel karya duet penulis favorit saya, Ifa Avianty dengan Eni Martini. sejujurnya, untuk ibu eni martini baru kali ini saya baca karyanya.

Novel ini sudah terbit lumayan lama, saya sendiri sebenarnya ingin sekali membacanya dari pertama kali ia terbit, tapi apa daya, saya baru bisa beli dan baca novel itu hari ini, lebih tepatnya 4 jam yang lalu. dan hasilnya? ini, kata demi kata yang saya telah dan akan saya tulis saat ini.

saya tuh, biasa banget deh kalau abis baca karya nya Ibu Ifa selalu galau dan mellow ga jelas gitu. saya jadi suka bermain dengan pikiran-pikiran saya sendiri, berkhayal juga, pokoknya hati jadi menye-menye-ria. Tulisan beliau itu selalu sejenis; tentang sepasang Ice Prince yang aristokrat, cerdas, tampan, dan loner sejati. sedang wanitanya digambarkan dengan wanita yang cenderung lebih ramai, cerdas, sensitif, dan tak bergantung pada pria. tentang kehidupan rumah tangga yang lebih banyak konfliknya ketimbang bahagianya. ngebuka mata banget deh buat orang kayak saya yang mikir kalo nikah itu pasti happily ever after, princess's story kali ah.

saya ini kan random banget gitu ya, kalau abis nonton drama-drama genre romance, rasanya percaya banget kalo, someday, akan ada seorang pria yang bilang "i like you, there is no reason. it's love because there is no reason. it's right to not have a reason, i like you because who you are." ke saya. karena ketika kita mencintai, uhuk, seseorang karena sebuah alasan, maka ketika alasan itu menghilang, maka cinta nya pun akan hilang, isn't it? saya ga butuh janji-janji manis yang ujungnya nyakitin hati, saya cuma butuh ada yang menyukai saya karena apa adanya, bukan adanya apa.

tapi kalau abis baca tulisan Ibu Ifa ini, yang ada kayak mem-porak-poranda-kan imajinasi saya, melempar saya ke dunia nyata bahwa, "hellooooooww khadijah mardhiyah, di dunia yang sadis (kayak lagunya afghan) ini, mana ada orang yang mau qona'ah aja terima calon pendamping seumur hidupnya TANPA SYARAT??" atau, "kamu yakin dia akan tetap mencintai kamu seumur hidupnya? ga akan tergoda orang ketiga yang mungkin aja tiba-tiba akan muncul dalam kehidupan kalian?" atau, "tau darimana kalau kehidupan rumah tangga kalian akan baik-baik aja sampai maut memisahkan?" huh, hal-hal kayak gitu otomatis banget jadi meredam keinginan 'ingin segera nikah' versi saya. ditambah lagi lingkungan sekitar yang makin mendukung kegalauan hati saya. banyak kasus yang sangat merugikan dan melukai wanita. aduh aduh, tulisan saya fokus ga sih?

kembali ke Sunyi, ini cerita tentang Malaya - Reza - Soraya juga Melati dan Radit. tentang Reza yang mencintai istrinya, Soraya; tapi juga mencintai Malaya, sosok yang ingin dinikahinya ketika ia tahu bahwa istrinya tak dapat memberikannya keturunan. tentang Soraya yang terluka namun tak mampu bicara jujur pada suaminya, tentang Reza yang tak peka terhadap luka istrinya, tentang Malaya yang akhirnya memilih mundur di H-sekian dari pernikahannya karena tak ingin berbahagia ketika ada yang terluka. di dunia nyata, saya pun sering menjumpai hal-hal serupa, tapi ironisnya, sedikit sekali wanita macam Malaya. yang ada, sering saya temui akhirnya 'Si Reza' melepas 'Si Soraya' demi 'Si Malaya'. Bahkan baru tadi siang saya katakan pada teman saya, bahwa 'wanita itu emang racun dunia!' ketika geram rasanya melihat kasus-kasus poligami yang tidak bertanggungjawab dan berakhir dengan tidak ada yang bahagia. Pun tentang Melati dan Radit, Radit yang seorang Autis Asperger, jenis autis yang tertarik dengan hal-hal rumit sehingga seringkali mengabaikan Melati dan asyik dengan dunianya. Melati yang selalu berusaha mengalah karena begitu mencintai suaminya. Duh ampun, seorang wanita itu sungguh makhluk yang luar biasa kuat dan hebatnya. maka ketika changcuters menyanyikan "..wanita racun dunia.." nampaknya ada yang perlu di ralat, tak mungkin ia beracun ketika diperlakukan dengan semestinya, layaknya obat yang menyembuhkan pun dapat mematikan ketika digunakan dengan dosis yang berlebihan.

Dan saya mempelajari, bahwa cinta yang dewasa itu bukan lagi ketika 'saya ingin kita bahagia' tapi 'bagaimana saya akan membuat kita bahagia', karena kadang kita mendamba bahagia yang utopis, sementara sebenarnya ia ada di dalam hati. bahwa bahagia itu pilihan, maka perlu diupayakan.



 ..di kamar saya yang dingin..

1 komentar:

Posting Komentar

 

Kamar Cewek Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review